To view this notification widget you need to have JavaScript enabled. This notification widget was easily created with NotifySnack.
087-740-350-632
087-885-478-000
csupport@kkdd.us
Jumlah = pcs
Keranjang

Cara Memahami Wanita

Saturday, April 28th 2012.

Bagaimana Cara Memahami Wanita?

Hai, sahabat-sahabat kkdd! Udah ngga sabar yah nungguin kelanjutan Edisi Mars & Venus dari kkdd. Biar ngga kebanyakan ngomong, kita lanjutin kisah John Gray yang tertunda di artikel Penghuni Planet Venus. Biar kisahnya tidak terpotong kita review dulu dari awal yah…

Cara Memahami WanitaSuatu ketika di awal John dan istrinya, Bonnie memiliki anak yang bernama Lauran. Sepekan setelah kelahiran Lauran, Bonnie benar-benar merasa keletihan. John berusaha memahami kondisi istrinya dengan tetap menemaninya di rumah untuk beberapa hari paling tidak sampai kondisi istrinya sudah cukup stabil. Pekan pertama pasca kelahiran memang bukan hal yang mudah, Anda pasti tahu bagaimana anak bayi yang terbangun di tengah malam dan Anda juga harus bangun karenanya.

Selama itu, John memberikan yang terbaik yang Ia dapat lakukan untuk istrinya dan anaknya. Sampai akhirnya John merasa sudah waktunya Ia masuk kantor lagi. Betapa ada perasaan heran dari John setiap kali Ia pulang ke rumah. Ia melihat istrinya sangat kelelahan, depresi, bahkan sampai harus meminum obat penenang.

Bonnie menjadi pemarah, berkata yang tidak layak bagi John. John merasa Ia sudah memberikan perhatian yang sangat banyak bagi istrinya dan untuk anak mereka. Puncaknya saat Bonnie mulai menyerang John dengan berkata, “saya merasa tertekan di rumah, saya sampai harus meminum obat penenag, sendiri di tempat tidur, dan tidak ada yang peduli.”

Sebagai pria yang sudah memberikan apa yang terbaik, tentu John akan bertahan. Dia berkata kepada istrinya,”Kenapa tidak menelpon saya?” Bonnie berkata,”saya sudah menghubungi adikmu tapi dia lupa menyampaikannya ke kamu, saya menanti setiap waktu tapi tidak ada yang peduli”.

Emosi John memuncak. Ini karena John merasa disalahkan dengan keadaan Bonnie, padahal John sudah memberikan yang terbaik. Bonnie seharusnya bisa memahami itu.

Dalam kondisi yang semakin emosional ini, John berusaha menghindar dan menjauhi Bonnie untuk mencegah meledaknya emosi. Namun, tahukah Anda Bonnie justru menarik tangan John dan berkata,”Jangan tinggalkan aku. Aku hanya ingin kau mendengarkan aku. Cukup pegang tanganku, dekap aku, dan dengarkan semua keluh kesahku.”

Betapa kagetnya John dengan pernyataan istrinya tersebut. Ia merasa bingung, sesaat yang lalu Bonnie penuh dengan kalimat-kalimat menyalahkan dan sesaat kemudian memintanya tetap tinggal dan sangat membutuhkan dirinya.

Dalam kebingungan tersebut, John berusaha menguasai dirinya. Ia mengikuti permintaan istrinya, Bonnie. Istrinya berkata,”kumohon jangan tinggalkan aku sendiri. Aku merasa kau sering meninggalkanku saat aku merasa buruk. Aku merasa kesepian. Aku ingin kau ada di sisiku.” Bonnie memeluk suaminya dan menangis.

Sejak kejadian itu, John mulai menyadari sebuah pola tingkah laku yang dimiliki seorang wanita. Ada kebiasaan buruk para pria terhadap pasangannya. Berapa banyak dari Anda yang pria yang mendengarkan istrinya sedang “curhat”, tetapi Anda sambil membaca koran, memainkan laptop, sambil merokok, atau bahkan BBM-an.

Para pria seringkali merasa sudah memberi perhatian dengan mendengarkan istrinya “curhat”. Maksud saya mereka mendengarkan dengan telinga mereka. Sebagai bukti bahwa mereka mendengarkan pasangannya yang “curhat”, para pria terjebak untuk memberikan solusi kepada pasangannya. Anda tahu apa hasilnya, perempuan sama sekali tidak merasa dibantu dengan solusi Anda. Mengapa begitu?

Jawabannya sederhana, tujuan perempuan berbagi tentang apa yang mereka alami (baca “curhat”) tidak untuk menemukan solusi. Seringkali mereka bercerita sesuatu yang mereka sudah pahami solusinya. Para wanita hanya ingin mengungkapkan sisi kewanitaan mereka, yaitu BERBAGI.

Seperti pembahasan di artikel Penghuni Planet Venus sebelumnya, para wanita senang saling berbagi satu sama lain, bukan untuk mendapatkan solusi, tetapi hanya sebagai ungkapan psikologis kejiwaan para wanita.

Jadi, ketika para pria memotong curhatan pasangannya, lalu memberikan solusi, ini memuat wanita merasa tidak dimengerti. Dan kalimat ampuh para wanita pun sering kita dengar,”Pria tidak pernah mengerti kami, para wanita”

Lalu timbul pertanyaan besar di benak Anda para pria, Apa yang seharusnya para pria lakukan?

Jawabannya sederhana, dengarkanlah dengan sepenuhnya diri Anda. Kalimat yang paling tepat bagi pria adalah: “hmmmm….”, “Oooooo….”, “Wooww…. “, “masa…”, “ohya…”
kalimat-kalimat yang memancing pasangan Anda menceritakan lebih banyak lagi. Tahukah Anda hasilnya? Wow… fantastis, pasangan Anda akan berkata, “Kamu luar biasa bagiku, cuma kamu yang mengerti aku” Greaaaat!!! Ini yang ingin Anda dengarkan dari pasangan Anda, bukan?

Tubuh Anda juga harus mendengar. Maksudnya? Yah… tataplah mata pasangan Anda dengan penuh semangat untuk mendengarkan. Jika pasangan Anda duduk, Anda juga harus duduk di depannya. Anda bisa sambil mendekap tangannya. Itu akan memberikan efek psikologis yang kuat bahwa Anda benar-benar peduli dengan apa yang dibicarakan pasangan Anda.

Saat pasangan Anda bersedih, dekap dan katakana kalimat-kalimat empati, bukan kalimat solusi sekali lagi. Cukup katakana, “Aku tahu kau sudah melakukan yang terbaik, Aku beruntung memiliki istri sepertimu.” Perhatikan, tidak ada kalimat solusi kan???

Nah, mungkin para pria akan berkata, “Bagaimana jika kondisi pria sedang tidak siap untuk mendengarkan curhatan pasangannya?” Untuk menjawab pertanyaan ini, kita lanjutkan di artikel edisi Mars & Venus dari kkdd berikutnya yah… llb^_^

Lihat Artikel Menarik Lainnya:
Teori Karet Gelang

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
limited
Sabun Mahkota Indah

11%

Rp 40.000 45.000
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)